Kamis, 14 Juli 2022

BAB IV Analisa Sistem

 

Analisa Sistem




Analisis Sistem atau System Analysis adalah suatu teknik atau metode pemecahan masalah dengan cara menguraikan system ke dalam komponen-komponen pembentuknya untuk mengetahui bagaimana komponen-komponen tersebut bekerja dan saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan system.

System Analysis biasanya dilakukan dalam membuat System Design. System Design adalah salah satu langkah dalam teknik pemecahan masalah dimana komponen-komponen pembentuk system digabungkan sehingga membentuk satu kesatuan system yang utuh. Hasil dari System Design merupakan gambaran system yang sudah diperbaiki. Teknik dari System Design ini meliputi proses penambahan, penghilangan, dan pengubahan komponen-komponen dari system semula.

Langkah Langkah Analisa Sistem

Langkah-langkah dalam tahap analisa sistem akan hampir sama dengan yang akan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan dibesarkan di tahap perencanaan sistem. Perbedaannya terletak pada ruang-ruang lingkup tugasnya. Di analisa sistem ini, penelitian yang akan dilakukan oleh analisis sistem adalah penelitian terinci, sedang di perencanaan sistem sifatnya hanya penelitian pendahuluan

Di dalam tahap analisa sistem terdapat beberapa langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem, sebagai berikut yakni:

  • Identify, merupakan mengidentifikasikan masalah
  • Understand, merupakan memahami kerja dari sistem yang ada
  • Analyze, merupakan menganalisis sistem
  • Report, merupakan membuat laporan hasil analisis

Tujuan Analisa Sistem

Tujuan analisis sistem informasi yakni utuk merancang sistem baru maupun menyempurnakan sistem yang sudah ada sebelumnya. Berikut ini, tujuan dari analisis keuangan diantaranya yakni :

  • Kita dapat Membuat keputusan jika sistem saat ini bermasalah ataupun juga tidak berfungsi dengan baik & hasil analisisnya akan digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki sistem.
  • Mengetahui ruang lingkup pekerjaan yang akan dapat ditandatangani
  • Mengidentifikasi masalah atau mencari pemecah masalahnya
  • Mempelajari sistem yang sedang berjalan saat ini.
  • Memberikan pelayanan kebutuhan informasi kepada fungsi manajerial di dalam pengendalian pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan
  • Membantu para pengambil keputusan
  • Mengevaluasi sistem yang telah ada
  • Merumuskan tujuan yang ingin dicapai berupa pengolahan data maupun pembuatan laporan baru
  • Menyusun suatu tahap rencana pengembangan sistem
  • Analisa dan Perancangan Sistem Informasi
  • Analisa dan perancangan sistem informasi ANSI adalah proses penguraian suatu pokok dan menyelidiki kedaan yang sebenarnya dalam sebuah entitas atau guna mencari indikasi komponen dan unsur-unsur penting dalam membangun sebuah sistem informasi.

Analisis Pieces

Pieces adalah singkatan dari performance (kinerja) berkaitan dengan analisis kemampuan dan kapasitas kerja sistem; information (informasi) terkait dengan laporan informasi yang dihasilkan sistem; economy (ekonomi) berkaitan dengan penghematan waktu, keuangan dan tenaga sistem; kontrol terkait dengan keamanan; efficiency (efisiensi) atau ketepatan fungsi sistem dengan tidak membuang waktu, biaya, ruang dan tenaga; dan services (layanan) sistem.

Continue reading BAB IV Analisa Sistem

Bab III Kebijakan dan Perencanaan Sistem

 Kebijakan dan Perencanaan Sistem




Flowchart Kebijakan dan Perencanaan Sistem

Proses perencanaan sistem dibagi dalam 3 proses utama yaitu;

  1. Merencanakan proyek-proyek sistem, meliputi:
    • Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan
      Perencanaan sistem harus sejalan dengan tujuan perusahaan. Ini berarti perencanaan sistem harus diarahkan untuk dapat merencanakan sistem informasi yang dapat mendukung kegiatan organisasi secara keseluruhan sehingga tujuan perusahaan akan tercapai
    • Mengidentifikasi proyek-proyek sistem
      Menentukan proyek-proyek sistem informasi yang dibutuhkan dalam suatu organisasi.
    • Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem
    • Menetapkan kendala proyek-proyek sistem
    • Menentukan prioritas proyek-proyek sistem
    • Membuat laporan perencanaan sistem
    • Meminta persetujuan manajemen
  2. Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan meliputi:
    • Menunjuk team analis
    • Mengumumkan proyek pengembangan sistem
  3. Mendefinisikan proyek-proyek dikembangkan, meliputi :
    • Melakukan studi kelayakan
      • Kelayakan teknik
      • Kelayakan operasi
      • Kelayakan jadwal
      • Kelayakan ekonomi
      • Kelayakan hukum
    • Membuat usulan proyek sistem
    • Meminta persetujuan manajemen
Continue reading Bab III Kebijakan dan Perencanaan Sistem

Bab II Tinjauan Umum Pengembangan Sistem

 Bab II Tinjauan Umum Pengembangan Sistem



Pengertian Perancangan Sistem :

  1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem
  2. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan sistem
  3. Persiapan untuk rancang bangun implementasi
  4. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
  5. Dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa
    elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.

Tujuan Perancangan Sistem


  1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem
  2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer (Programmer) dan useryang terlibat

Perancangan Sistem dapat dibagi dalam 2 bagian, yaitu :

  1. Perancangan sistem secara umum / perancangan konseptual, perancangan logikal / perancangan secara makro
  2. Perancangan sistem terinci / perancangan sistem secara fisik.

Tujuan dari Perancangan Proses Sistem adalah Untuk menjaga agar proses data lancar dan teratur sehingga menghasilkan informasi yang benar dan Untuk mengawasi proses dari sistem Perancangan

Perlunya Pengembangan Sistem

Pengembangan sistem ( sytems developmen ) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu di perbaiki atau di ganti disebapkan karena beberapa hal, yaitu sebagai berikut ini.

a. Ketidakberesan
Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem tidak dapat beroperasi sesuai yang di harapkan. Ketidak beresan ini berupa:
Kecurangan- kecurangan disengaja yang menyebabkan tidak amannya harta kekayaan perusahaan dan kebenaran dari data sehingga kurang menjamin;
Kesalahan-kasalahan yang tidak di sengaja yang juga dapat menyebabkan kebenaran dari data kurang terjamin;
Tidak ofisiennya operasi;
Tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan

b. Pertumbungan Organisasi

Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru. Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin maningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru. Karena adanya perubhan ini, maka menyebabkan sistem yang lama tidak efektif lagi, sehingga sistem yang lama sudah tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.

ALAT DAN TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM

Untuk dapat melakukan langkah2 sesuai dengan yang diberikan oleh metodologi pengembangan sistem yang terstruktur, maka dibutuhkan alat dan teknik untuk melaksanakannya. Alat2 yang digunakan dalam suatu metodologi umumnya berupa suatu gambar atau diagram atau grafik. Penggunaan diagram atau gambar ini di pandang lebih mengena dan lebih mudah di mengerti seperti kata suatu ungkapan “ Suatu gambar bernilai ribuan kata “. Selain berbentuk gambar, alat2 yang digunakan juga ada yang tidak berupa gambar atau grafil seperti misalnya data dictionary,structured english,serta formulir2 untuk mencatat dan menyajikan data.

ANALIS SISTEM DAN PEMROGRAM

Analis sistem adalah orang yang menganalisis sistem untuk mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan.Sebutan lain untuk analis sistem ini adalah analis informasi,analis bisnis,perancang sistem,konsultan sistem dan ahli teknik sistem.Pemrogram adalah orang yang menulis kode program untuk suatu aplikasi tertentu berdasarkan rancang bangun yang telah dibuat oleh analis sistem.

PENGETAHUAN DAN KEAHLIAN YANG DIPERLUKAN ANALIS SISTEM

  1. Pengetahuan dan keahlian tentang teknik pengolahan data,teknologi komputer dan pemrograman komputer.
  2. Pengetahuan tentang bisnis secara umum.
  3. Pengetahuan tentang metode kuatitatif.
  4. Keahlian pemecahan masalah.
  5. Keahlian komunikasi antar personil
  6. Keahlian membina hubungan antar personil

TEAM PENGEMBANGAN SISTEM

  1. Manager analisis sistem
  2. Ketua analis sistem
  3. Analis sistem senior
  4. Analis sistem
  5. Analis sistem junior
  6. Pemrogram aplikasi junior
  7. Pemrogram aplikasi
  8. Pemrogram aplikasi junior
Continue reading Bab II Tinjauan Umum Pengembangan Sistem

Bab I Konsep Dasar Sistem, Konsep Dasar Informasi dan Konsep Dasar Sistem Informasi dan Pembahasan Pengembangan Sistem

Bab I Konsep Dasar Sistem, Konsep Dasar Informasi dan Konsep Dasar Sistem Informasi dan Pembahasan Pengembangan Sistem


Konsep Dasar Sistem

Secara sederhana suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu.

Konsep Dasar Sistem Informasi

Data adalah kenyataan yang menggambarkan peristiwa yang terjadi pada saat tertentu. Informasi juga memiliki siklus. Bahan mentah berupa data diolah dengan metode tertentu untuk menghasilkan informasi.

Definisi Sistem Informasi

adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung operasi bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Pengembangan Sistem

Pengembangan sistem adalah penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.

Tujuan Pengembangan Sistem

  1. Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
    Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan

    Pertumbuhan organisasi
    Kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.
  2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen
  3. Adanya Instruksi
    Penyusunan sistem baru karena adanya instrusi-instruksi dari atasan atau luar organisasi misalnya aturan pemerintah.

Prinsip Pengembangan Sistem

Prinsip-prinsip pengembangan sistem antara lain:

  • Perfomance (Kinerja) harus lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan suatu saat tertentu. Respond time adalah rata-rata waktu yang tertunda diantara dua transaksi atau pekerjaan ditambah dengan waktu response untuk menanggapi pekerjaan tersebut.
  • Information (informasi), peningkatan kualitas informasi yang disajikan.
  • Economy (ekonomi), peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau keuntungan-keuntungan atau penurunan biaya yang terjadi.
  • Control (pengendalian), peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan yang akan terjadi.
  • Efficiency, peningkatan terhadap efisiensi operasi. Efisiensi berbeda dengan ekonomis, ekonomis berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan, efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumberdaya tersebut digunakan dengan pemborosan yang minimum
  • Service (pelayanan), peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem.

Siklus Hidup Pengembangan Sistem (System Life Cycle)

merupakan serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh profesional dan pemakai sistem informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi. Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat ini terbagi atas enam fase, yaitu :

  1. Perencanaan sistem
  2. Analisis sistem
  3. Perancangan sistem secara umum / konseptual
  4. Evaluasi dan seleksi sistem
  5. Perancangan sistem secara detail
  6. Pengembangan Perangkat Lunak dan Implementasi sistem
  7. Pemeliharaan / Perawatan Sistem

Keenam fase siklus hidup pengembangan sistem ini dapat digambarkan seperti pada Gambar dibawah ini:


  1. Fase Perencanaan Sistem
    Dalam fase perencanaan sistem :
    1. Dibentuk suatu struktur kerja strategis yang luas dan pandangan sistem informasi baru yang jelas yang akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pemakai informasi.
    2. Proyek sistem dievaluasi dan dipisahkan berdasarkan prioritasnya. Proyek dengan prioritas tertinggi akan dipilih untuk pengembangan.
    3. Sumber daya baru direncanakan untuk, dan dana disediakan untuk mendukung pengembangan sistem.
  2. Fase Analisis Sistem
    Dalam fase ini:
    1. Dilakukan proses penilaian, identifikasi dan evaluasi komponen dan hubungan timbal-balik yang terkait dalam pengembangan sistem; definisi masalah, tujuan, kebutuhan, prioritas dan kendala-kendala sistem; ditambah identifikasi biaya, keuntungan dan estimasi jadwal untuk solusi yang berpotensi.
    2. Fase analisis sistem adalah fase profesional sistem melakukan kegiatan analisis sistem.
    3. Laporan yang dihasilkan menyediakan suatu landasan untuk membentuk suatu tim proyek sistem dan memulai fase analisis sistem.
    4. Tim proyek sistem memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang alasan untuk mengembangkan suatu sistem baru.
    5. Ruang lingkup analisis sistem ditentukan pada fase ini. Profesional sistem mewawancarai calon pemakai dan bekerja dengan pemakai yang bersangkutan untuk mencari penyelesaian masalah dan menentukan kebutuhan pemakai.
    6. Beberapa aspek sistem yang sedang dikembangkan mungkin tidak diketahui secara penuh pada fase ini, jadi asumsi kritis dibuat untuk memungkinkan berlanjutnya siklus hidup pengembangan sistem.
    7. Pada akhir fase analisis sistem, laporan analisis sistem disiapkan. Laporan ini berisi penemuan-penemuan dan rekomendasi. Bila laporan ini disetujui, tim proyek sistem siap untuk memulai fase perancangan sistem secara umum. Bila laporan tidak disetujui, tim proyek sistem harus menjalankan analisis tambahan sampai semua peserta setuju.
  3. Fase Perancangan Sistem secara Umum/Konseptual
    Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentukYang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi
  4. Fase Evaluasi dan Seleksi Sistem
    Akhir fase perancangan sistem secara umum menyediakan point utama untuk keputusan investasi. Oleh sebab itu dalam fase evaluasi dan seleksi sistem ini nilai kualitas sistem dan biaya/keuntungan dari laporan dengan proyek sistem dinilai secara hati-hati dan diuraikan dalam laporan evaluasi dan seleksi sistem.

    Jika tak satupun altenatif perancangan konseptual yang dihasilkan pada fase perancangan sistem secara umum terbukti dapat dibenarkan, maka semua altenatif akan dibuang. Biasanya, beberapa alternatif harus terbukti dapat dibenarkan, dan salah satunya dengan nilai tertinggi dipilih untuk pekerjaan akhir. Bila satu alternatif perancangan sudah dipilih, maka akan dibuatkan rekomendasi untuk sistem ini dan dibuatkan jadwal untuk perancangan detailnya.
  5. Fase Perancangan Sistem secara Detail/Fungsional
    Fase perancangan sistem secara detail menyediakan spesifikasi untuk perancangan secara konseptual. Pada fase ini semua komponen dirancang dan dijelaskan secara detail.

    Perencanaan output (layout) dirancang untuk semua layar, form-form tertentu dan laporan-laporan yang dicetak. Semua output direview dan disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan. Semua input ditentukan dan format input baik untuk layar dan form-form biasa direview dan disetujui oleh pemakai dan didokumentasikan.

    Berdasarkan perancangan output dan input, proses-proses dirancang untuk mengubah input menjadi output. Transaksi-transaksi dicatat dan dimasukkan secara online atau batch. Macam-macam model dikembangkan untuk mengubah data menjadi informasi. Prosedur ditulis untuk membimbing pemakai dan pesonel operasi agar dapat bekerja dengan sistem yang sedang dikembangkan.

    Database dirancang untuk menyimpan dan mengakses data. Kendali-kendali yang dibutuhkan untuk melindungi sistem baru dari macam-macam ancaman dan error ditentukan. Pada beberapa proyek sistem, teknologi baru dan berbeda dibutuhkan untuk merancang kemampuan tambahan macam-macam komputer, peralatan dan jaringan telekomunikasi.

    Pada akhir fase ini, laporan rancangan sistem secara detail dihasilkan. Laporan ini mungkin berisi beribu-ribu dokumen dengan semua spesifikasi untuk masing-masing rancangan sistem yang terintegrasi menjadi satu kesatuan. Laporan ini dapat juga dijadikan sebagai buku pedoman yang lengkap untuk merancang, membuat kode dan menguji sistem; instalasi peralatan; pelatihan; dan tugas-tugas implementasi lainnya.

    Meskipun sejumlah orang telah me-review dan menyetujui setiap komponen rancangan sistem, review terhadap rancangan sistem secara detail harus dilakukan kembali secara menyeluruh dan lengkap oleh pemakai sistem dan personel manajemen, sedangkan profesional sistem mungkin tidak terlibat dalam kegiatan ini.

    Tujuan dilakukannya review secara menyeluruh ini adalah untuk menemukan error dan kekurangan rancangan sebelum implementasi dimulai. Jika error dan kekurangan atau sesuatu yang hilang ditemukan sebelum implementasi sistem, sumber daya yang bernilai dapat diselamatkan dan kesalahan yang tidak diinginkan terhindari. Setelah semua review secara menyeluruh selesai dilaksanakan, perubahan-perubahan dibuat dan pemakai dan manajer sistem menandatangani laporan perancangan secara detail.
  6. Fase Implementasi Sistem dan Pemeliharaan Sistem
    sistem siap untuk dibuat dan diinstalasi, Sejumlah tugas harus dikoordinasi dan dilaksanakan untuk implementasi sistem baru.
Continue reading Bab I Konsep Dasar Sistem, Konsep Dasar Informasi dan Konsep Dasar Sistem Informasi dan Pembahasan Pengembangan Sistem

Kamis, 03 September 2020

Mengenal Sistem Informasi


 

Mengenal Sistem Informasi 

 

1.      Sistem Oprasi adalah perangkat lunak sistem yang mengatur sumber daya dari perangkat keras(Hardware) dan perangkat lunak(Software), serta sebagai jurik (daemon) untuk program komputer atau android, sistem oprasi harus ada dalam perangkat ( Komputer ) karena sistem oprasi itu harus terpasang, terlebih dahulu sebelum, menjalan kan komputer

2.      1. Tenaga ahli Windows lebih banyak, Fakta bahwa orang yang menguasai windows lebih banyak dari pada orang yang mahir Linux. Windows lebih mudah untuk dikelola.

2. WIndows lebih mudah digunakan, Sebagian orang sudah akrab dengan menu Start, Task manager dan system tray. Sebagian mulai menyukai gadget, generasi muda tidak pernah menggunakan MS-DOS, hal ini membuat kita tidak nyaman saat menggunakan command-line pada Linux. Meski Linux telah berevolusi, masih banyak hal di Linux harus dilakukan secara manual, seperti instalasi program.

wq
Sistem Informasi 

3. Lebih banyak software untuk Windows, Fakta ini sudah jelas, lebih banyak softwareberkualitas tersedia untuk sistem Windows. Game terbaru tidak didukung Linux. Memang software Windows bisa dijalankan di Linux dengan memanfaatkan Wine.

4. Hardware yang terus maju, Hardware yang semakin maju mematahkan argumen Linux yang mengutamakan penggunaan hardware yang rendah. Sekarang bahkan tersedia processor Quad core dan RAM 8GB pada Laptop. Untuk apa menggunakan Linux pada sistem ini

5. Linux masih terburu-buru, Terlalu sulit untuk mengikuti perkembangan Linux. Setiap perkembangan baru tetapi mungkin belum diuji menyebabkan perubahan yang cepatnamun tidak konsisten. Pengguna harus berebut untuk mengikutinya.

3. 1. Worm

Sebetulnya virus Worm tidaklah terlalu berbahaya. Namun, jika terus dibiarkan, ia punya kemampuan menggandakan diri secara cepat sehingga menyebabkan memori dan hardisk komputer kamu jadi penuh. Biasanya jenis virus komputer ini menginfeksi komputer yang terhubung dengan internet dan mempunyai email. Sebagai cara mengatasinya, kamu disarankan untuk rajin melakukan scanning komputer dengan menggunakan program Antivirus Avast.

2. Trojan

 

Sama seperti Worm, virus Trojan juga umumnya menyerang komputer yang terhubung dengan jaringan internet serta melalui email yang diterima pengguna. Jenis virus komputer satu ini akan mengontrol bahkan hingga mencuri data yang ada pada komputer kamu. Tujuannya tentu untuk mendapatkan informasi dari target, seperti password dan sistem log. Untuk mengatasi virus Trojan, kamu bisa mencoba menggunakan software bernama Trojan Remover

 

3. FAT Virus

Merupakan singkatan dari File Allocation Table (FAT), jenis virus komputer satu ini bersifat merusak file pada penyimpanan tertentu. Apabila ada file kamu yang terkena virus ini, maka file akan disembunyikan oleh virus sehingga seolah-olah file tersebut menghilang. Jadi, apabila ada file kamu yang mendadak menghilang, bisa jadi penyebabnya adalah virus FAT ini. Rutinlah menggunakan antivirus untuk mengatasi virus jenis ini.

4. Memory Resident Virus

Target dari memory resident virus lebih spesifik karena diciptakan untuk menginfeksi memori RAM komputer kamu. Efeknya, performa komputer kamu akan jadi sangat lambat dan biasanya virus ini juga akan menginfeksi program-program komputer. Biasanya jenis virus ini akan aktif secara otomatis ketika komputer kamu dinyalakan. Agar memory resident virus ini bisa diatasi, kamu bisa memasang antivirus seperti Smadav atau Avast pada komputer kamu.

 

5. Macro Virus

Jenis virus komputer satu ini cenderung menyerang file-file yang bersifat makro seperti .pps, .xls, dan .docm. Umumnya, virus macro sering kali datang melalui email yang kami terima. Jadi, agar terhindari dari virus macro, kamu dianjurkan untuk lebih waspada dan berusahalah sebaik mungkin untuk menghindari pesan asing yang masuk ke email. Jangan menekan link yang kamu dapatkan dari pengirim asing. Lalu, pastikan juga kamu rajin melakukan scan komputer dengan program antivirus.

6. Multipartite Virus

Bersembunyi di dalam RAM, virus multipartite biasanya menyerang sistem operasi pada program tertentu. Apabila dibiarkan, jenis virus komputer ini bisa merambah ke bagian hardisk sehingga akan menyerang komputer dengan cepat. Efeknya tentu saja mengganggu performa RAM dan hard disk komputer kamu. Bahkan terkadang beberapa aplikasi tidak akan bisa dibuka karena terserang virus multipartite. Untuk cara mengatasinya, defrag hard disk dan scan komputer dengan antivirus secara teratur.

4. Karena banyaknya keunggulan-keunggulan yang ditawarkan, seperti

-User Friendly

-Terjamin Update Softwarenya

-Support berbagaia apalikasi alias banyak dukungan

-Keamananya terjamin

-Memang ditujukan untuk khalayak banyak orang berbeda dengan Linux

-Close source sihingga tidak bisa sembarangan menyisipkan kode

 

5. 1. Kurangnya kompatibilitas / Driver untuk hardware

     2. Developer Linux tidak user friendly

3. OS Linux sangat Rumit dan complex

4. Lambat

5. Jarang bermunculan Software / Game yang bagus

6. Kompabilitas file kurang bagus

7. Jarang Warnet di indonesia menerapkan Linux

 

6. Sistem operasi adalah sebuah perangkat lunak pada sebuah perangkat komputer atau bagian dari sebuah aplikasi dan merupakan bagian yang dilihat oleh pengguna perangkat komputer atau aplikasi tersebut, sebagai perantara antara pengguna yang hanya mampu berkomunikasi dengan bahasa manusia dan perangkat komputer atau aplikasi yang hanya mampu berkomunikasi dengan bahasa mesin atau biner sehingga perangkat komputer/aplikasi mampu menjalankan fitur dan memberikan hasil seperti yang dibutuhkan oleh pengguna.

 

7. 1. Adobe PhoneGap

     2. Apache Cordova

     3. Xamarin

     4. Intel XDK

     5. NativeScript

 

8.  Karena Cache berfungsi untuk mempercepat akses data pada komputer karena cache menyimpan data atau informasi yang telah di akses oleh suatu buffer, sehingga meringankan kerja processor. Jadi Bisa disimpulkan fungsi cache memory yaitu  mempercepat akses data pada komputer.

 

9. langkahBootable pada CD/FD

a). Siapkan file master  .iso dari sistem operasi yang ingin kita install

b). Siapkan software untuk membuat bootablenya seperti Unebooting, Rufus, Balena Etcher, DD

c). Siapkan medianya berupa FD atau CD

d). saya menggunakan DD di linux untuk membuat bootablenya, jadi langkah pertama insert media lalu format shingga media benar-benar kosong

e). lalu lakukan sesuai gambar.

 

10.  Jenis-jenis Sistem Operasi

=> Sistem Operasi Jaringan. adalah sistem operasi yang memang dibuat untuk mengatur dan menangani jaringan pada komputer. Contohnya ialah, windows server dan Red Hat pada Linux

=>Stand Alone. Sistem operasi yang dapat berdiri sendiri dan memiliki sebuah sistem lengkap sehingga tidak membutuhkan sistem operasi pendukung lainnya. Contohnya, Windows dan Mac OS.

=>Sistem Operasi Embedded. artinya adalah ditanam. Berbeda dengan stand alone, sistem operasi embedded tidak bisa berdiri sendiri dan tertanam pada komputer. Contohnya, ialah javaOS, IDRAC, IBM

=> Sistem Operasi Live CD. yang terakhir adalah live CD. Jenis yang ini hanya lah dapat digunakan dengan CD karena ukurannya sangat kecil. Sangatlah praktis, karena Anda tidak perlu menginstall software tersebut ke komputer Anda, contohnya clonezilla

 

Continue reading Mengenal Sistem Informasi